Puasa Butuh Usaha
Bersyukur
banget tahun ini bisa bertemu dengan
bulan Ramadhan lagi. Tapi entah mengapa di tahun ini aku jadi lebih berfikir
bahwa ternyata puasa itu memerlukan banyak sekali usaha untuk menyelesaikan
puasa dengan full di bulan Ramadhan, mau itu dari usaha fisik maupun usaha
psikis. Karena di perjalanan kita menuju 1 bulan Ramadhan pasti banyak sekali
ujian yang kita lalui. Biasanya di bulan Ramadhan banyak sekali orang – orang yang
non muslim ingin mencoba bagaimana rasanya puasa,bahkan mereka membuat konten “puasa
challenge” untuk antusias mengikuti puasanya para orang muslim. Bulan Ramadhan
adalah bulan yang selalu penuh dengan kejutan dan di dalam bulannya banyak
sekali pengalaman yang bisa kita jadikan sebuah pelajaran.
Sebenarnya puasa itu apa sih?
Mungkin
sudah tidak asing untuk kita mendengar, melihat, ataupun mengucapkan kata
puasa, puasa adalah menahan diri untuk tidak makan, tidak minum, tidak berhubungan
suami istri, dan juga menahan diri dari pembatal-pembatal puasa lainnya; sejak
dari munculnya fajar shidiq (waktu subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu
maghrib). Puasa yang paling terkenal adalah puasa yang biasanya dilakukan pada
setahun sekali yaitu ketika bulan Ramadhan dan mungkin ada sebagian orang yang
juga mengetahui puasa senin-kamis yang merupakan puasa sunnah, yang biasanya
juga di tekuni oleh orang yang ingin melakukan aktivitas diet untuk orang dikalangan
umum.
Puasa
memiliki banyak sekali dampak positif untuk diri kita, puasa mengajarkan kita untuk
belajar menahan hawa nafsu yang terkadang kita tidak bisa mengontrolnya, juga
mengajarkan kita untuk memahami bagaimana
caranya memiliki rasa empati kepada orang-orang yang kurang bisa menikmati
nikmatnya sebuh makanan dan segarnya air mineral. Ketika puasa pasti ada
tantangan yang harus kita lalui, tantangan berupa fisik maupun psikisnya. Tantangan
berupa fisik seperti berkurangnya performanya fisik ketika melakukan sebuah
aktivitas, mudah merasa Lelah, mudah mengantuk, dan kadang juga berkurangnya focus
pada suatu hal ketika melakukan suatu aktivitas. Puasa juga memberikan
tantangan pada psikis seperti menurunnya performa konsentrasi ketika sedang
belajar.
Dibalik tantangan yang ada, puasa juga memberikan manfaat untuk kita baik dari fisik maupun psikis. Berpuasa akan memberikan waktu istirahat untuk organ yang ada di dalam tubuh kita, seperti organ pencernaan ada waktu istirahat untuk tidak memproses makanan secara terus menerus. Sehingga proses istirahat ini dapat menghindarkan kita dari penyakit atau gangguan pencernaan. Pada psikis puasa juga memberikan manfaat seperti menjadikan kita sebagai orang yang lebih bisa mengontrol diri, meningkatkan rasa empati kita pada orang-orang yang kesulitan, secara kita sadari puasa membuat kita lebih menghargai dan bersyukur dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Puasa juga menurunkan sikap agresif kita dikarenakan kurangnya stamina tubuh membuat kita menjadi orang yang lebih menjaga tingkah laku dan perbuatan yang berlebihan.
Puasa Vs Mental
Puasa
yang katanya bisa membuat kita gagal focus, banyak orang-orang yang beranggapan
bahwa puasa membuat mereka menjadi sulit berfikir, ternyata Amerika Serikat
pernah melakukan sebuah penelitian tentang manfaat puasa yang salah satunya
membuat fikiran menjadi lebih jernih,bahkan puasa juga bisa meningkatkan
kecerdasan seseorang.
Nah… kan ternyata puasa
juga memberikan kita manfaat yang begitu banyak bagi mental. Jangan selalu
beranggapan negative tentang puasa atau malah menyalahkan puasa karena gagal focus.
Bisa jadi karena kamu kurang tidur, atau kurang istirahat, atau bahkan karena
kamu nggak sengaja lihat doi lewat depan mata makanya gagal focus hehehe..
Secara
kita sadar dan tidak sadari banyak sekali perubahan yang terjadi pada diri kita
karena puasa, baik dari perubahan fisik, dan juga perubahan perilaku dan pola
fikir kita. Mental dan puasa bisa saling berhubungan karena banyak sekali
perubahan positif psikologis seseorang dikarenakan puasa.
“Ada banyak hal yang
membuat lelah, tapi kita selalu dapat menemukan kembali semangat kala mendekati
Allah. Ada banyak hal yang membuat kita terluka, tapi selalu dapat terobati
bila percaya janji-Nya. Ada banyak hal yang membuat kita patah hati, tapi
selalu dapat teratasi bila yakin akan rencana-Nya.
Bersama Allah ada adalah
penawar dari segala kepahitan, penghapus berbagai macam kegundahan, dan pelipur
dari semua kesedihan.” -HarunTsaqif.
Komentar
Posting Komentar